Belitung adalah salah satu pulau terkaya yang
dimiliki oleh Indonesia. Dulunya dikenal
sebagai Billiton sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, diapit oleh selat Gaspar dan Selat Karimata. Kita dapat berbangga, karena mempunyai negara yang
seindah dan sekaya ini. Setelah “meledaknya” film
Laskar Pelangi yang merupakan cerita yang diangkat dari novel karya penduduk
asli Belitung, Andrea Hirata pulau Belitung ikut populer sebagai destinasi
wisata. Gue termasuk yang penasaran dengan destinasi wisata yang tergambar
dalam film tersebut. Karena gue termasuk penonton film Laskar Pelangi.
Tidak berlebihan memang sang penulis menggambarkan keindahan tempat asalnya
sebagai latar dalam cerita di novelnya karena kenyataannya pemandangan alam di
Belitung memang sangat indah memanjakan mata.
|
I rent motorbike. There's no public transportation in the city. |
|
SD Muhammadiyah Gantong |
|
Ceritanya Arai & Lintang sudah besar hehe |
My first destination was
Gantung and Manggar. Setelah sempat bertanya beberapa kali akhirnya gue bisa
juga menemukan lokasi Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi yang berada di
Kec. Gantung, Belitung Timur. Sebenarnya jalanan di Gantung tidaklah terlalu
ruwet, namun tetap saja agak membingungkan gue yang baru datang ke kota di sisi Timur Pulau Belitung ini. Jarak tempuh dari
Tanjung Pandan sekitar 3 jam. Replika
SD Muhammadiyah ini berada di atas bukit kapur, tapi sayangnya replikasi ini
kurang terawat padahal ini menjadi Icon
objek wisata Belitung. Kayu penyanggahnya juga sudah tidak tegak bediri. Gak
ada yang bisa dilakuin selain foto-foto aja, tapi katanya belum afdol ke Belitung kalau belum mampir ke SD Laskar Pelangi ini.
|
Museum Kata - Andrea Hirata |
Didekat SD tersebut ada objek wisata Museum Kata Andrea Hirata. Museum ini hanya
berbentuk rumah biasa. Namun begitu kita masuk, akan langsung disuguhi dinding
yang penuh dengan frame-frame, baik berisi foto-foto, wise word,
maupun artikel-artikel internasional mengenai Andrea Hirata. I thought the Belitong island will be as busy as Bangka island. But I was wrong. This island is very quiet and from one location to the others was really far away.
|
Pantai Burung Mandi |
|
Say "Hello" |
|
It's really a cool place to read a book, really nice atmosphere too! |
Belitung Timur punya lima pantai yang mereka banggakan:
Pantai Punai, Pantai Bukit Batu, Pantai Burung Mandi, Pantai Nyiur Melambai dan
Pantai Serdang. Dari lima pantai gue cuma sempat mengunjungi satu pantai saja,
Pantai Burung Mandi. Karena cuaca kemarin sedang mendung jadi gue gak sempat
explore keempat pantai lainnya hiks :(. Pesisir Pantai Burung Mandi cukup panjang,
sekitar 1,5 kilometer. Di area timur pantai banyak perahu nelayan berjajar. Pantai ini sepi sekali saat gue datang, dan gue
yakin faktor sepi ini paling menyenangkan, pantai terasa milik kita sendiri.
|
Vihara Dewi Kwan Im San |
|
Pemandangan dari area atas Vihara |
Vihara Dewi
Kwan Im San atau Vihara Buddhayana terletak di Desa Burung Mandi, sangat
berdekatan dengan pantai Burung Mandi di Kabupaten Belitung Timur. Tidak ada
yang berbeda dari bentuk vihara ini dibandingkan dengan bentuk vihara pada
umumnya, namun Vihara Dewi Kwan Im San merupakan salah satu Vihara tertua di
Belitung, dengan usia hingga dua ratus tahun lebih. Jika datang ke
Vihara ini jangan melewatkan lokasi yang paling atas dimana kita dapat melihat
pemandangan Pantai Burung Mandi dan pepohonan yang menutupi bukit di area sebelum
garis pantai. Simply relaxing!
Island Hopping
|
I was most excited about Sunday's itinerary - Island hopping day |
|
Pantai Tanjung Kelayang |
Mostly travelers will not passed this way, because they usually take a boat from Tanjung Kelayang beach where they will catch a boat and visit the many islands of Belitung. There are numerous and deserted small islands around Belitung Island. We rented a big boat to visit some of them. Harga sewa perahu kecil sekitar 400k dan perahu besar sekitar 700k. Perahu kecil berkapasitas sekitar 15 orang. Dan untuk menyewa alat snorkling sekitar 70k (kacamata, fin, dan pelampung). Sebenarnya harga masih bisa di nego lagi kok.
|
This is our first stop - Pantai Pulau Burung |
|
Beautiful "pool" of Bird Island |
Pemandangan unik pulau Burung adalah batu granit besar di pantai pulau yang membentuk kepala burung. Menurut orang-orang di sekitarnya, nama pulau ini diambil dari burung batu ini. Batu yang membentuk burung telah menjadi salah satu ikon dari keindahan Belitung. Next stop Lengkuas Island. About 20 minutes from Bird Island. It was soooo beautiful with the light house in the middle of island. Pulau Lengkuas mempunyai ciri khas yaitu sebuah mercusuar peninggalan zaman penjajahan Belanda. Menara setinggi 65 meter ini memiliki 18 lantai dengan tangga dan anak tangga yang terbuat dari besi yang sudah mulai karatan. Terbayang bagaimana capeknya untuk mencapai puncaknya. Karena di sini tidak disediakan lift atau escalator. Tetapi, imbalan yang didapat buat yang berani dan mampu memang sangat setimpal. Hamparan laut biru bening, bebatuan granit yang tampak seperti mutiara, segarnya hijau daun menyejukkan mata. Dan pengalaman lain yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. *halah*
|
The view from up there was so wonderful. The frazzle was paid off. |
|
There is a giant granite rocks around the island and spoil the eye of tourists who were there, crystal clear sea water , making spreads the charming of this little island. |
|
Snorkeling around Lengkuas Island is a must. Corals are still beautiful. |
|
Entrance to Kepayang Island Conservation and Diving Centre. |
|
The happy place at Belitung Island |
The last stop is Pasir Island (Sand Island), seperti Pulau Gusung di Derawan, Pulau Pasir ini akan terbentuk apabila air laut surut lalu membentuk sebuah pulau kecil ditengah laut dan di pulau ini kita bisa menemukan berbagai ukuran bintang laut. Pengunjung biasanya tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengambil gambar dengan makhluk laut yang unik ini.
|
BRINGING STAR FISH OUTSIDE THIS PLACE IS PROHIBITED!! If you take starfish for taking a photo, please do not let them stay long in the air, they can die. |
|
Pantai Tanjung Pendam |
|
"Aku mencintai laut di hadapanku. Pun samudera di langitku. Semesta, kamu mengagumkan!" |
Pantai
Tanjung Pendam terletak di pusat kota Tanjung Pandan atau tepatnya 1 km dari pusat kota. Dengan lokasi yang sangat strategis dari pusat kota, maka untuk
mencapai kesana tidaklah sulit. Cukup berjalan kaki, hanya menempuh beberapa
menit. Namun lebih ramai orang kesana menggunakan motor, dan ada juga yang
bersepeda sambil menikmati keindahan pantai. Sesampainya disana akan dikenakan
biaya masuk sebesar Rp.2000 untuk perorang. Semakin
sore Pantai Tanjung Pendam semakin ramai dikunjungi penduduk dan pejalan yang
ingin menikmati suasana senja sambil bercengkerama. Sayang, langit memang tidak
selalu bersahabat. Meskipun
sabar menunggu, ternyata matahari terus-terusan bersembunyi manis dibalik awan
yang kelabu. Tidak ada pemandangan matahari tenggelam yang spektakuler.
|
we catched the sunset, unfortunately the clouds where a bit gloomy so we did not get a clear sunset. But still it was beautiful.
|
|
White sandy beaches, has great stones, and clear water, its really amazing! |
We finished our adventure with relaxing in Tanjung Tinggi. Pantai Tanjung Tinggi sekarang lebih dikenal sebagai pantai Laskar
Pelangi. Karena di pantai yang dipenuhi bebatuan granit besar ini syuting film
Laskar Pelangi dilakukan. Air lautnya sangat jernih. Ombaknya tenang. Nyaman
untuk bermain air. Tapi, perlu diwaspadai karena katanya ada ubur-ubur besar di
sana. Di pinggir pantai tampak banyak warung-warung yang menjual makanan dengan
menu utama seafood. Trust me, when you arrive there, you won't be able to
wait to run into the beach and feel the soft of white sand and waves that swap
over the bay smoothly. You will walk along the beach, then due to your
curiosity, you will approach granite boulders and start adventure to jump-in or
walk away under the big one. The more you explore the angle of the beach, the
more you can see beautiful panorama on this place. Pemandangan indah yang dimiliki Pantai Tanjung Tinggi sangat
memikat dan eksotis. Bagaimana tidak sejauh mata memandang, yang akan terlihat
hanya keindahan. Kombinasi pasir putih halus terkena sinar matahari dan
batu-batu granit yang berdiri gagah dan megah, membuat Tanjung Tinggi memiliki karakter tersendiri diantara pantai-pantai di Indonesia.
|
I’m having a good time with my book |
Bagi kalian yang ingin menjelajahi tempat-tempat indah di negeri penghasil timah terbesar di Indonesia ini, backpacking merupakan cara yang lumayan karena menawarkan harga yang miring. You will never regret coming to this place trust me. Perjalanan akhir pekan ini adalah bagian dari mimpi gue untuk menjejak negeri ini dan menjejak dunia dari satu tempat ke tempat lainnya, dari sudut satu ke sudut lainnya, menemukan surga-surga sederhana. Belitung Island is a breathtaking spot, untouched in its beauty, and a place I highly recommend visiting. I can say personally that Belitung has become one of my favorite places to visit in Indonesia. I have just realized that natural beauty of Indonesia is incredible and fantastic.
Tips
How to get to Belitung: Many daily flights from Jakarta to Tanjung Pandan (Belitung) offered by Sriwijaya Air, Citilink, Lion air and Garuda.
Best time to visit: Dry season, April to September when the water is so smooth it appears glass like.
How to get around: There’s no existing public transportation. Rental cars/motorbikes is your best bet.
Traveled in 20-22 December 2014
xoxo,
No comments:
Post a Comment